Skripsi adalah karangan ilmiah yang diwajibkan sebagai bagian dari persyaratan pendidikan akademis. Skripsi salah satu syarat yang harus dipenuhi sebagai bagian untuk mendapatkan gelar sarjana (S1).

Walaupun tiap universitas/fakultas mempunyai kebijakan tersendiri, umumnya persyaratan yang harus dipenuhi hampir sama. Contohnya, mahasiswa harus sudah memenuhi sejumlah satuan kredit semester (SKS), tidak boleh ada nilai D atau E, indeks prestasi  (IP) kumulatif semester tersebut minimal 2.00, dan seterusnya.

Skripsi juga berbeda dari tesis (S2) dan disertasi (S3). Untuk disertasi, mahasiswa S3 memang diharuskan menemukan dan menjelaskan teori baru. Untuk mahasiswa S1, skripsi adalah “belajar meneliti”. Skripsi sejatinya adalah belajar melakukan penelitian dan menyusun laporan menurut kaidah keilmiahan baku. Skripsi bukan untuk menemukan teori baru, atau memberikan kontribusi ilmiah. Karena itu, untuk mahasiswa S1 sebenarnya replikasi sudah cukup.

 

Tip Memilih Dosen Pembimbing

Tiap universitas/fakultas mempunyai kebijakan tersendiri soal dosen pembimbing ini. Kita bisa memilih sendiri dosen pembimbing yang kita inginkan. Tapi, ada juga universitas/fakultas yang memilihkan dosen pembimbing untuk kita. Tentu saja lebih “enak” kalau bisa memilih sendiri dosen pembimbing untuk skripsi.

Jika memilih sendiri dosen pembimbing senior, biasanya akan mengalami kesulitan-kesulitan pada proses bimbingan. Umumnya dosen senior sangat perfeksionis. Ada kesulitan juga untuk bertemu muka, karena umumnya dosen senior memiliki jam terbang tinggi dan jadwal sangat padat. Keuntungannya, skripsi secara umum akan lebih berkualitas.

Memilih dosen pembimbing junior, memang akan lebih mudah selama proses bimbingan. Dosen junior lebih mudah dijumpai di lingkungan kampus, karena jam terbang belum terlalu tinggi. Lebih akrab, tetapi, kerugiannya, kita akan terkesan “sendirian”  ketika menghadapi ujian skripsi joki kti kedokteran. Kalau dosen penguji lain lebih senior, dosen pembimbing kita tidak berada dalam posisi yang bisa membantu/membela jika dosen penguji senior melancarkan pertanyaan mendetail.