Untuk mencari padanan makna, ada strategi yang ditawarkan oleh para pakar penerjemahan yang didasarkan atas pendekatan penerjemahan yang dilakukan oleh penerjemah. Adapun strategi-strategi tersebut meliputi:

 

 

Penambahan informasi.

 

Untuk mendapatkan padanan yang sesuai dengan bahasa sumber apabila dibutuhkan kita dapat menam bahkan informasi dalam bahasa sasaran. Informasi yang ditambahkan biasanya bersifat kultural (sebagai akibat perbedaan antara budaya bahasa sumber dan budaya bahasa sasaran, teknis (yang terkait dengan topik bahasan teks), atau linguistis (untuk menjelaskan penggunaan kata yang tidak taat asas). Penambahan informasi dapat ditaruh dalam teks (misalnya dengan meletakkannya dalam tanda kurung), atau di luar teks (misalnya dengan menggunakan catatan kaki). Penambahan informasi yang demi kian dipandang sebagai penjelasan tambahan untuk konsep-konsep khusus budaya dan bersifat wajib untuk tujuan keterbacaan.

 

 Penghilangan informasi.

 

Penghilangan kata tertentu dapat dilakukan agar se suai dengan pola semantik dan gramatikal bahasa sasaran. Penghilangan di sini merupakan penghilangan isi bukan penyelarasan struktur untuk menghasilkan terjemahan yang gramatikal. Di sisi lain, penghilangan kata atau infor masi diperlukan untuk menghindari kekakuan dan hal-hal yang berlebih-lebihan dan strategi ini diterapkan khusus nya jika bahasa sumber cenderung merupakan bahasa yang berlebih-lebihan(redundant).

 

 

Akan muncul permasalahan jika jasa penerjemah tidak tahu padanan peribahasa Indonesia atau memang dalam bahasa Indonesia tidak ada padanannya. Salah satu solusinya adalah menerjemahkan makna peribahasa itu berdasarkan kamus. Kata-kata yang sulit dicarikan padanannya. Biasanya ini terjadi apabila teks yang dibicarakan menyan kut unsur budaya materi, religi, sosial, organisasi sosial, adat istiadat, kegiatan, prosedur, bahasa isyarat, dan ekologi. Masalahnya, terkadang padanan kata itu ada dalam bahasa Indonesia, tetapi konotasinya berbeda. Atau sebaliknya, kata tersebut dalam teks asal memiliki berbagai mak na yang harus dipilih dengan jeli oleh penerjemah.

 

Persoalan dalam memilih makna kata merupakan masalah permanen dalam penerjemahan. Terkadang ia telah paham betul apa yang dimaksud pengarang, tetapi mendapat kesulitan bagaimana menuangkannya dalam bahasa Indonesia hanya karena satu kata atau istilah saja, Contoh: dalam mengungkapkan kebiasaan sehari-hari (pranata sosial, makanan-minuman, dll.), istilah, istilah kekerabatan, kata ganti orang, nama diri, sebutan, gelar, kata sapaan, nama peralatan, tumbuh-tumbuhan dan bunga-bungaan, buah-buahan dan hewan.

 

Baca juga : Jasa Penerjemah Tersumpah