Ketika keadaan yang membutuhkan uang tiba-tiba terjadi namun tidak memiliki cukup simpanan, maka pilihan satu-satunya ialah mengajukan pinjaman online resmi. Langkah ini dinilai sangat membantu dalam memberikan “pelarian sejenak” pada tagihan-tagihan yang datang bertumpuk.

Seringkali karena desakan atau himpitan ekonomi di tengah keterbatasan yang ada, membuat seseorang tanpa pikir panjang memilih berhutang pada pinjol. Bahkan mereka melakukannya tanpa memperhitungkan kemampuan bayarnya terlebih dahulu.

Hal inilah yang menyebabkan maraknya debitur yang gagal membayar kewajiban sehingga harus menuai konsekuensi. Ancamannya pun kerap tidak main-main. Dari tersebarnya informasi pribadi, hingga penganiayaan. Tentu siapa pun tidak menginginkan hal demikian. Untuk itu lakukanlah berbagai pertimbangan sebelum memutuskan pengajuan pinjaman.

Renungan Sebelum Melakukan Pinjaman Online Resmi

Berikut adalah pertimbangan yang harus dilaksanakan ketika hendak mengajukan pinjaman yaitu:

  • Pilah tujuan berhutang

Secara umum ada 2 jenis hutang berdasarkan peruntukannya antara lain hutang konsumtif dan utang produktif. Sebisa mungkin hindari hutang untuk hal-hal yang bersifat keinginan pribadi seperti: membeli barang branded, furniture, barang habis pakai, dan lain-lain.

Sebaiknya ambilah hutang produktif semisal: memperbesar usaha, membeli kendaraan untuk kebutuhan kerja, membeli peralatan yang dapat disewakan, atau semacamnya.

  • Tentukan jumlah maksimal hutang

Pertimbangan Ajukan Pinjaman Online Resmi

Memang melakukan pinjaman bukanlah perkara gampang. Hal tersebut benar-benar membutuhkan komitmen untuk pelunasannya. Hutang yang diajukan tidak boleh melebihi 30 persen pemasukan agar kehidupan sehari-hari tidak sampai terganggu. Persentase tersebut tidak berlaku mutlak, karena bisa dikurangi apabila kebutuhan harian sudah banyak. Apalagi jika semisal calon debitur memiliki rencana lain ke depan nantinya semisal kredit rumah atau kendaraan. Maka hal tersebut juga harus dijadikan pertimbangan sebelum melakukan pinjaman online resmi.

  • Perhatikan resiko

Cermati konsekuensi yang harus ditanggung apabila hendak mengajukan hutang. Sejumlah resiko dapat mengancam debitur jika gagal melakukan pembayaran. Tidak hanya penyebaran informasi pribadi saja namun ancaman-ancaman lain pun bisa saja terjadi. 

Pada beberapa kasus bahkan oknum debt collector juga ikut melakukan teror dan intimidasi pada rekan-rekan debitur. Mereka tidak segan mengirimi pesan text berkali-kali ke seluruh kontak pribadi untuk mengumumkan bahwa nasabah tersebut gagal melakukan pembayaran.

Memiliki pinjaman online resmi berarti kita wajib melakukan pelunasan tepat waktu. Apabila nanti hutang tersebut berhasil dibayar, jangan lupa untuk menyisihkan sebagian anggaran untuk dana darurat. Sehingga kedepannya tidak perlu berhutang kembali.