leukemia pada anak

Leukemia pada anak menjadi ancaman kanker terbesar dibandingkan dengan jenis kanker lainnya. Belum sepenuhnya dipahami mengapa anak memiliki tingkat resiko relatif tinggi terhadap salah satu jenis kanker darah ini. Deherba.com mencoba menguak misteri tersebut. Dan kami menyadurnya untuk Anda.

Apa Sebenarnya Penyakit Leukemia?

Leukemia pada dasarnya merupakan jenis penyakit kanker darah. Dalam dunia medis, dikenal terdapat 3 jenis kanker darah, yakni sebagai berikut.

Myeloma

Perkembangan kanker pada sel darah merah, hingga sel darah merah berkembang masif dan agresif.

Limfoma

Perkembangan kanker pada cairan getah bening atau cairan limfosit dan sistem limfatik dalam tubuh.

Leukemia

Perkembangan kanker pada sel darah putih hingga produksi sel darah putih menjadi masif dan agresif.

Leukemia sendiri sebenarnya justru berkembang pada sumsum tulang belakang, dimana produksi sel darah putih atau leukosit berpusat. Kerusakan akibat kanker ini menyebabkan sumsum tulang belakang memproduksi sel darah putih dalam jumlah sangat berlebihan.

Sel darah putih juga lebih agresif. ALih alih bekerja melindungi diri, sel darah putih ini justru menyerang sel sehat dalam tubuh. Termasuk merusak sel darah merah dan unsur senyawa lain yang ada dalam tubuh.

Mengapa Leukemia Pada Anak Tinggi?

Kasus leukemia berkembang pada dua rentang usia. Pertama pada manula yang memasuki usia 50 tahun ke atas. Dan kedua justru berkembang pada anak anak di bawah usia 15 tahun. Bahkan disebut sebagai jenis kanker yang paling banyak menyerang anak anak.

Kemunculannya kerap kali random dan tidak sepenuhnya berkaitan dengan genetik. Meski pada mereka dengan garis keturunan leukemia sebaiknya meningkatkan kewaspadaan. Tetapi unsur eksternal kerap menjadi dugaan utama mengapa leukemia pada anak berkembang.

Yang menjadi masalah, kebanyakan kasus leukemia tidak terpantau sama sekali, karena gejalanya yang relatif samar. Banyak pasien tidak menunjukan gejala yang kuat di awal kanker berkembang.

Beberapa pakar justru menduga pembentukan kanker darah pada anak berbeda karakter dengan pembentukan kanker darah pada orang dewasa. Ini karena diduga kuat perkembangan kanker pada anak muncul tidak secara bertahap melainkan secara mendadak, karena aspek pemicu tertentu.

Pada umumnya ini berkaitan dengan efek imunitas tubuh anak yang masih sangat rentan dan tidak stabil. Kemudian juga berhadapan dengan paparan toksin, radiasi dan unsur karsinogen yang tidak siap dihadapi oleh sistem imunitas anak.

Beberapa anak dengan kondisi imun yang tidak baik sejak dini juga memiliki tingkat resiko leukemia lebih tinggi. Termasuk di antaranya mereka pengidap down syndrome dan Li-Fraumeni syndrome. Keduanya merupakan kondisi saraf yang ternyata juga dapat mempengaruhi kinerja imunitas.

Kaitan Gaya Hidup Anak Dengan Leukemia

Tidak banyak yang menyadari bahwa sejumlah orang tua dengan pola penjagaan ekstra ketatnya justru dapat meningkatkan resiko kanker darah pada anak anak mereka. Setidaknya demikian menurut hasil review Nature Reviews Cancer  tahun 2020.

Dalam review tersebut dijelaskan bahwa kebiasaan orang tua modern yang kerap kali menjaga buah hatinya dengan ekstra ketat baik dengan makanan dan gaya hidup yang over proteksi, justru menyebabkan imunitas tubuh mereka tidak sempurna.

Hingga ketika terjadi paparan unsur toksin, radiasi hingga unsur karsinogen imun anak tidak cukup kuat untuk mengatasinya. Dan dengan mudah tubuh anak mengalami kerusakan. Sum sum tulang belakang anak menjadi titik rentan dimana kanker dengan mudah berkembang.

Justru, paparan infeksi ringan pada tahun pertama mereka, seperti sekedar batuk pilek ringan akan menstimulasi imunitas tubuh mereka menjadi lebih prima. Sedikit pembiaran ketika mereka berinteraksi dengan benda benda sekitar akan membantu tubuh mereka lebih siap menghadapi unsur asing yang dapat merusak tubuh. Tentu saja pembiaran dalam hal ini harus tetap dalam batas-batas aman.

Itulah gambaran yang kami kutip dari deherba.com mengenai bagaimana leukemia pada anak. Juga soal mengapa anak anak memiliki tingkat resiko lebih tinggi untuk mengidap jenis kanker darah ini.