Cek harus memenuhi syarat khusus agar bermakna. Mengenal macam-macam cek barangkali akan menghindarkan seseorang dari kesalahan teknis.

Tahukah Anda apa saja macam-macam cek dan manfaatnya dalam ragam transaksi? Memahami informasi ini sebenarnya penting untuk dilakukan terutama jika memiliki simpanan besar di lembaga perbankan. Secara sederhana, cek dapat diartikan sebagai instruksi tertulis atas penarikan uang oleh nasabah atau yang mewakili di sebuah bank tempatnya mengamankan kekayaan.

Identifikasi Apa Saja Macam-Macam Cek

  1. Cek Mundur

Jika Anda pernah melihat sebuah cek dengan penanda tanggal mundur dari hari pada saat hendak dicairkan, itulah yang disebut cek mundur. Biasanya, cek ini ada karena ketika dana hendak ditarik oleh pemiliknya, bank belum mempunyai dana cash yang cukup. Oleh karena itu, dibuatlah perjanjian agar dana tersebut ditarik beberapa lama setelah jadwal pertemuan pertama.

Sebagai contoh, Anda ingin menarik saldo di tanggal 7 Desember 2021, tetapi dananya belum tersedia. Maka, pihak bank akan menawarkan pencairan cek pada tanggal 12 Desember 2021. Meskipun demikian, cek semacam ini tetap bisa diuangkan jika tanda tangan dari pihak-pihak terkait telah lengkap.

  1. Cek Atas Unjuk

Cek atas unjuk mengacu pada lembaran instruksi penarikan tanpa disertai nama penerima atau badan hukum tertentu selaku perwakilan. Di dalamnya, Anda hanya akan menemukan sebaris kalimat perintah yang mengindikasikan bahwa siapa pun pembawa cek tersebut dapat mencairkan saldo dengan nominal tertentu.

Hanya saja, sering kali juga cek atas unjuk tidak memiliki kalimat instruksi apa pun. Meski demikian, keberadaannya tetap bisa dipakai sebagai alat tukar yang sah selama pemilik saldo telah melakukan penandatanganan.

  1. Cek Atas Nama

Cek atas nama biasanya memuat nama perseorangan atau instansi tertentu dan itu dituangkan secara lugas di dalamnya. Sebagai contoh, Anda ingin memberikan dana kepada salah seorang keluarga, maka harus ada kata-kata tertulis yang menjadi indikasi bahwa pihak penerima memang telah disetujui oleh penilik saldo.

Macam-macam cek pada poin ini bisa terjadi dalam banyak kondisi, seperti pemilik saldo tidak bisa datang langsung ke bank pada hari tertentu. Sementara di sisi lain, uangnya akan segera dipakai atas urgensi khusus.

  1. Cek Kosong

Cek kosong bisa dibilang jenis cek yang tidak bisa dijadikan alat penukaran yang sah. Pasalnya, cek ini umumnya meminta pencairan dana melebihi jumlah saldo pemiliknya. Sebagai contoh, yang bersangkutan ingin mencairkan dana sebesar Rp 60 juta, sementara saldonya hanya senilai Rp 40 juta saja.

  1. Cek silang

Biasanya, Anda akan menemukan tanda silang di sisi kiri atas dalam cek silang. Tujuan pengadaan cek ini untuk merepresentasikan pemindahbukuan atau perubahan jenis simpanan menjadi nontunai setelah sebelumnya adalah tunai.

Bagaimanapun, cek memiliki syarat-syarat khusus agar dapat digunakan sebagai alat tukar. Tanpa adanya instruksi teks, perintah tanpa syarat atas upaya penarikan, identitas pihak penarik, alamat tempat dan tanggal kapan dana ditarik, hingga tanda tangan penarik, maka sama saja tidak ada artinya. Mengenal macam-macam cek barangkali akan menghindarkan Anda dari kesalahan teknis.