Ada beberapa fakta ilmiah minyak bumi yang belum banyak diketahui. Minyak bumi merupakan kekayaan alam dunia yang sangat banyak manfaatnya. Kandungan alami bumi yang satu ini terbentuk sejak zaman purba dan punya banyak manfaat bagi kehidupan manusia.

Meski demikian, minyak bumi merupakan sumber energi yang tidak bisa diperbaharui dan dapat habis terhadap masanya. Oleh gara-gara itu, minyak bumi perlu digunakan bersama dengan bijak.
Selain tidak bisa diperbaharui, ada sejumlah fakta ilmiah minyak bumi yang tetap belum banyak diketahui

5 Fakta Ilmiah Minyak Bumi

1. Melalui Proses Pembentukan yang Sangat Lama

Fakta ilmiah minyak bumi yang pertama adalah terbentuk melalui sistem yang sangat lama. Minyak bumi dibentuk melalui dekomposisi beragam macam fosil tanaman dan hewan sejak zaman purba.

Berbagai organisme yang mengendap di basic bumi mendapatkan tekanan dan temperatur yang tinggi sampai merubah sisa-sisa organisme berikut jadi lapisan batuan. Butuh pas jutaan th. sampai bakteri anaerob bisa menguraikan sisa-sisa organisme berikut dan mengubahnya jadi minyak bumi. Seiring bersama dengan terjadinya reaksi penguraian, gas alam pun terbentuk.

Smithsonian menyatakan bahwa sistem ini perlu pas yang sangat lama gara-gara perlu kedalaman dan tekanan khusus di di dalam bumi sampai membuahkan minyak bumi.

Secara sederhana, rangkaian pembentukan minyak bumi bisa diartikan sebagai berikut.

Jasad renik yang terkubur bersama dengan lumpur.
Mengalami dekomposisi selama jutaan tahun.
Mengendap di basic lautan.
Menghasilkan bintik minyak dan gas alam.
Terakumulasi di batuan kedap.
Terdeposit di suatu tempat dan jadi minyak bumi.

2. Memiliki Kandungan yang Kompleks

Fakta ilmiah minyak bumi selanjutnya adalah minyak bumi punya persentase yang kompleks. Minyak bumi merupakan senyawa organik yang terdiri dari campuran kompleks unsur-unsur karbon, hidrogen, oksigen, sulfur, halogen, dan logam. Kandungan terbesar di dalam minyak bumi yaitu hidrokarbon dan non hidrokarbon sebesar 50-98 persen. Gas alam di dalam minyak bumi beberapa besar terdiri dari alkana suku rendah (C1 – C4) bersama dengan metana sebagai komponen utamanya.

 

3. Minyak Bumi Terbagi Dua Jenis

Pada umumnya, minyak bumi dibagi jadi dua tipe yaitu heavy crude oil dan light crude oil. Heavy crude oil adalah tipe minyak bumi yang terdapat di di dalam bebatuan atau pasir. Minyak ini bercampur bersama dengan air dan banyak mempunyai kandungan sulfur. Ada sebanyak 70 prosen persentase minyak yang ada di bumi merupakan minyak tipe ini. Minyak ini bisa disita bersama dengan langkah ditambang.

Sementara itu, light crude oil atau petroleum merupakan minyak mentah yang muncul dari bumi. Minyak bersama dengan persentase senyawa hidrokarbon ini ringan terbakar. Selain itu, minyak ini juga banyak mempunyai kandungan sulfur, oksigen dan nitrogen. Minyak ini berwarna hitam dan lengket. light crude oil ini bisa disita bersama dengan pengeboran dan dipompa melalui pipa Macnaught Flow Meter untuk lantas diangkut memanfaatkan truk ke kilang minyak.

 

4. Memiliki Banyak Manfaat

Minyak bumi merupakan komoditas yang sangat penting di dalam kehidupan manusia. Minyak bumi ini paling banyak dimanfaatkan sebagai sumber energi layaknya bahan bakar terasa dari elpiji, bensin, solar, sampai kerosin.

Selain itu, minyak bumi juga seringkali dimanfaatkan untuk material layaknya lilin parafin dan aspal. Minyak bumi seringkali dimanfaatkan di dalam mengolah polimer yang membuahkan beragam produk layaknya plastik, karet sintetis, dan lain sebagainya. Dalam industri kimia dan kesehatan, minyak bumi juga diperlukan untuk mengolah deterjen, obat-obatan, dan lain sebagainya.

Berbagai manfaat yang didapatkan dari minyak bumi ini membawa dampak sumber energi yang satu ini banyak diperebutkan beragam negara di dunia. Negara-negara di semua dunia saling berlomba untuk mencari dan mengolah minyak bumi untuk dijadikan komoditas utama.

Ada beberapa negara bersama dengan mengolah minyak bumi tertinggi. Menurut US Energy Information Administration, beberapa negara bersama dengan mengolah dan mengonsumsi minyak bumi tertinggi antara lain Amerika Serikat, Arab Saudi, Rusia, Kanada, China, Brasil, dan Kuwait.
Selain itu, beberapa perusahaan minyak bumi terbesar di dunia adalah Saudi Aramco, Chevron, PetroChina, Shell, ExxonMobil, ConocoPhillips, Gazprom, dan Total Energies.

 

5. Memerlukan Teknik Pengolahan Khusus

Fakta ilmiah minyak bumi yang paling akhir adalah minyak bumi perlu tehnik khusus di dalam pengolahannya. Untuk mendapatkan minyak bumi, diperlukan tehnik pengolahan khusus. Sebab, minyak bumi yang ditemukan kebanyakan dapat bercampur bersama dengan gas alam.

Oleh karenanya, perlu adanya sistem pemisahan minyak bumi bersama dengan gas alam ini. Minyak bumi yang telah dipisahkan dari gas alam berupa cairan kental hitam dan berbau disebut minyak mentah (crude oil).

Karena tetap mentah, minyak ini tentu belum bisa dimanfaatkan secara langsung. Perlu dikerjakan sistem distilasi atau penyulingan. Prinsip distilasi ini adalah pemisahan komponen-komponen campuran berdasarkan perbedaan titik didih untuk membuahkan komponen terhadap titik didih tertentu.

Proses seterusnya yang perlu dikerjakan di dalam pengolahan minyak bumi adalah cracking, reforming, polimerisasi, pemurnian, dan blending atau peningkatan kualitas. Enam tehnik di dalam sistem pemurnian minyak bumi ini perlu dikerjakan bersama dengan hati-hati dan detail agar mendapatkan minyak bersama dengan kualitas yang baik.

Itulah 5 fakta ilmiah minyak bumi yang sukses dirangkum IDXChannel dari beragam sumber. Keberadaan minyak bumi sangat penting di dalam kehidupan manusia. Sayangnya, jumlah ketersediaan minyak bumi bersamaan berjalannya pas dapat makin lama menurun apalagi habis. Oleh gara-gara itu, kita perlu bijak di dalam menggunakannya.