Banyak orang salah mengartikan kolestrol, dimana kebanyakan memahaminya sebagai salah satu masalah dalam kesehatan tubuh.

Padahal kolestrol sendiri sangat dibutuhkan oleh tubuh kita dan fungsinya sangat penting salah satunya membantu kinerja sistem saraf dan kekebalan, untuk produksi vitamin D, dan sejumlah hormon seks wanita dan pria.

Akan tetapi yang menjadi masalah adalah ketika jumlah kadar kolestrol dalam tubuh sudah tidak lagi dalam batas normal artinya sudah sangat berlebihan. Jika jumlah kolestrol ini melebihi batas maksimal maka dia akan mengendap di dinding pembuluh darah dan mengarah pada pembentukan plek yang akhirnya akan membuat aliran darah menjadi tersumbat.

Dan, seperti yang anda ketahui, tersumbatnya pembuluh darah di jantung inilah yang menjadi penyebab utama dari timbulnya penyakit jantung seperti serangan jantung, stroke, tekanan darah normal turun anemia dan masih banyak yang lainya.

Ada dua jenis kolestrol yang harus anda pahami antara lain:

  1. High density lipoprotein (HDL) atau kolesterol “baik”. Molekul-molekul ini tidak mengendap di dinding pembuluh darah dan, sebaliknya, berkontribusi pada pemurniannya. Semakin banyak HDL, semakin baik. Kadar HDL normal pada wanita di atas 1 mmol / L, dan untuk pria, di atas 1,2 mmol / L.
  2. Low density lipoprotein (LDL) atau kolesterol “jahat”. kolesterol inilah yang mengarah pada pembentukan plak pada saluran pembuluh darah. Ini meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke, serta komplikasi kardiovaskular lainnya.

Adapun beberapa faktor yang menyebabkan tingginya LDL antara lain:

  • Merokok
  • kegemukan
  • kurangnya aktivitas fisik
  • nutrisi yang tidak tepat
  • gangguan pada saluran pencernaan

Banyak orang percaya bahwa kita mendapatkan kolesterol dari makanan. Ini tidak sepenuhnya benar.

Sebagian besar kolesterol – sekitar 80% – diproduksi oleh tubuh itu sendiri, terutama oleh hati.

Anda dapat mengurangi tingkat kolesterol yang diproduksi dengan mengikuti aturan terbaik yakni tetap menjaga pola makan dan gaya hidup anda seperti mulai mengurangi kebiasan buruk seperti menghindari faktor penyebab seperti diatas.

Kolesterol ditemukan dalam lemak hewani. Lemak ini jenuh. Pada saat yang sama, banyak minyak nabati dan ikan laut yang tidak jenuh dan sebaliknya, membantu menurunkan kolesterol. Saat memasak baiknya anda merebus saja ini lebih baik daripada harus menggoreng terlalu sering.

Berikut Beberapa Jenis Makanan dengan Kolestrol Tinggi yang Harus Anda Hindari

  • Jeroan hewan

Ini adalah salah satu jenis makanan dengan kadar kolestrol paling tinggi, beberpa jeroan yang umum dijual di rumah makan seperti hati, emple, sate usus dan yang lainya sebisa mungkin anda kurangi.

  • Daging Sapi

Ini juga salah satu makanan yang memberikan efek naiknya kadar kolestrol pada darah. Dimana kita akan sering sekali menemukan ungkapan ketika hari qurban, awas kolestrol nah ini salah satu maksudnya adalah jangan terlalu banyak makan daging qurban.

  • Makanan cepat saji

Ini juga bisa anda hindari, ada banyak jenis maknan seperti ini dan dengan mudah anda bisa mendpatkanya mislakan saja pizza, kemuidan hamburger, sampai dengan sarden dan beberpa  jenis makanan yang mengandung bahan pengawet juga.

  • Es krim

Jangan salah, pada beberapa cemilan juga banyak yang mengandung kolestrol  misalkan pada sepotong es krim yang ternyata kandungan kolestrolnya cukup tinggi.

Lalu apa yang harus anda lakukan, ya dalam menjaga kondisi kolestrol tinggi ini anda harus imbangi dengan olahraga yang rutin dan tentu saja tetap menjaga pola makan yang sehat.