Pemahaman Akikah

Akikah menurut bahasa ialah merobek atau memangkas. Makna akikah bisa juga jadi sebagai panggilan untuk rambut bayi yang dipotong saat bayi itu dilahirkan. Dinamakan begitu karena yang bernama rambut pastilah dipotong. Binatang yang dipotong (disembelih) punyai makna binatang akikah.

Sedangkan menurut istilah akikah ialah pemotongan hewan yang ditentukan sebagai pernyataan rasa sukur pada Allah swt. atas lahirnya bayi pada suatu keluarga. Baik itu bayi itu berkelamin wanita atau lelaki.

Tata cara dalam melakukan akikah ini sudah diterangkan dalam hadits-hadits nabi Muhammad saw. Salah satunya sama seperti yang diterangkan dalam dua hadits berikut

عَنْ سَمُرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : الغُلاَمُ مُرْتَهَنٌ بِعَقِيقَتِهِ يُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ السَّابِعِ ، وَيُسَمَّى ، وَيُحْلَقُ رَأْسُهُ

Maknanya:

“Dari Samurah ra., dia berbicara Rasulullah saw. Bersabda: “Tiap anak tergadai dengan akikahnya, karena itu di hari ke tujuh disembelih hewan, dinamakan dan dicukur rambutnya” (HR. Tirmidzi)

Maknanya:

Dari Abu Darda’, dia berbicara : Sudah bersabda Rasulullah saw. : “Sebenarnya kalian akan diundang pada Hari Kiamat bernama kalian dan nama bapak-bapak kalian. Karena itu baguskanlah beberapa nama kalian” (HR. Abu Dawud)

Hadits nomor satu menerangkan sesungguhnya seorang anak/bayi yang dilahirkan di bumi ini seperti seperti suatu hal yang tergadai. Oleh karena itu dikerjakan akikah yaitu sebagi penebus dari anak itu.

Selanjutnya hadist seterusnya, memberinya info jika orang-tua disunnahkan untuk memberikan nama bayi yang sudah terlahir di dunia itu bernama yang baik dan cantik.

Hukum Akikah
Mengerjakan akikah ini hukumnya ialah sunnah. atau mungkin tidak harus untuk orangtua atau orang yang lain memikul hidup anak itu. Terkecuali orangtua dari anak itu telah bernadzar akan lakukan akikah saat anaknya lahir.

Adapun ketentuan akikah untuk anak lelaki ialah menyembelih dua ekor kambing, dan untuk wanita ialah seekor kambing. Sama seperti yang diriwayatkan dalam sebuah hadits yang mengeluarkan bunyi berikut:

عَنْ يُوْسُفَ بْنِ مَاهَكٍ اَنَّهُمْ دَخَلُوْا عَلَى حَفْصَةَ بِنْتِ عَبْدِ الرَّحْمنِ فَسَأَلُوْهَا عَنِ اْلعَقِيْقَةِ، فَاَخْبَرَتْهُمْ اَنَّ عَائِشَةَ اَخْبَرَتْهَا اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص م اَمَرَهُمْ عَنِ اْلغُلاَمِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ وَ عَنِ اْلجَارِيَةِ شَاةٌ

Maknanya:

“Dari Yusuf bin Mahak, sesungguhnya beberapa orang tiba ke Hafshah binti ‘Abdur Rahman, mereka bertanya padanya mengenai akikah. Karena itu Hafshah juga memberitahu ke mereka jika sebenarnya ‘Aisyah memberitahukan padanya jika Rasulullah saw. sudah memerintah beberapa shahabat (supaya menyembelih akikah) untuk anak lelaki ialah dua ekor kambing yang sepadan dan untuk anak wanita seekor kambing.” (HR. Imam Tirmidzi)

Ketetapan Akikah

Saat sebelum ketahui ketetapan akikah ini, kita harus tahu terlebih dulu jika yang bernama akikah terang berlainan dengan yang bernama kurban. Untuk ketetapan akikah ini ialah, seperti berikut:

  1. Binatang yang akan di akikah kan yaitu berbentuk kambing atau domba.
  2. Untuk anak lelaki akikahnya dengan menyembelih dua kambing, dan untuk anak wanita ialah satu kambing.
  3. Daging hewan akikah itu, lebih dulu diolah, saat sebelum selanjutnya dibagi pada beberapa fakir miskin atau tetangga-tetangga
  4. Untuk orang yang ber-akikah bisa makan sedikit sisi dari akikah itu. Terkecuali untuk orang yang akikah nazar (janji)

Faedah dan Kelebihan Akikah

Faedah dan kelebihan dari akikah ini sangat banyak. Bagus untuk orang yang berakikah tersebut atau untuk seseorang. Faedah dan Kelebihan akikah ini salah satunya ialah:

  1. Mempraktikkan tuntunan-ajaran yang diperintah dalam agama Islam
  2. Ikuti sunnah Rasulullah saw.
  3. Sebagai pernyataan rasa sukur ke Allah swt., atas semua karunia-Nya, hingga sudah diberi turunan.
  4. Ajak dalam diri sendiri untuk share ke sama-sama (ke beberapa fakir miskin, beberapa tetangga, dan saudara-saudara kita yang lainnya)
  5. Ajak orang-tua untuk usaha mendidik, membangun dan jadikan anak turunnya jadi anak yang shaleh dan shalehah.

Penerapan Akikah

Penerapan akikah ini disunnahkan di hari ke-7 dari hari lahir anak itu. Untuk orang-tua yang sanggup untuk melakukan akikah ini lekaskanlah untuk lakukan akikah itu. Lantas, bagaimana dengan orang-tua yang tidak sanggup melakukan akikah?

Orang-tua yang tidak sanggup lakukan akikah ini tidak ada apa-apa. Karena menurut Imam Syafi’i tidak ada batasan waktu untuk akikah untuk orang-tua, sampai anak itu capai umur baligh. Adapun selanjutnya ialah bukan kewajiban untuk orang-tua kembali.

Pokoknya, sebaiknya orang-tua itu menamai yang baik dan cantik dan cukur rambut dari anak yang lahir itu.