Insiden yang dialami oleh wartawan senior Ilham Bintang mengindikasikan bahwa platform keamanan One Time Password (Otp) belum memadai kondusif didalam menghadapi kejahatan siber yang semakin canggih dan cerdik.


Tapi insiden pembobolan kartu SIM yang berujung terhadap pembobolan rekening bank Ilham tersebut menggugah penduduk untuk mengerti keberadaan platform keamanan OTP dan jadi lebih waspada di dalam mempertahankan information pribadi mereka.

Sebenarnya, apa tersebut Otp?

OTP merupakan password yang bisa memvalidasi upaya masuk ke di dalam akun atau untuk laksanakan sekedar sebanyak satu kali. OTP bertujuan menghindari kelemahan yang dimiliki oleh platform autentikasi berbasis password tidak aktif.

Didalam implementasinya, OTP juga dikombinasikan bersama dengan autentikasi dua faktor. OTP pun membutuhkan akses ke perangkat yang sekedar dimiliki dan juga hal yang semata-mata diketahui oleh pemilik akun.

Waktu ini, lebih dari satu besar institusi pengguna OTP mengirimkan password lewat smartphone, baik via notifikasi popup, atau yang paling kerap ditemukan, yaitu lewat pesan teks atau Short Message Service (Sms).

Sayangnya platform keamanan masih mempunyai celah kebobolan, dikarenakan pelaku kejahatan mampu saja menyusupi malware berkemampuan mengawasi dan mencuri knowledge di hape tanpa Kamu sadari lewat pesan bermuatan tautan berbahaya atau phising.

Sebab tersebut, Kamu terlampau vital mempertahankan kerahasiaan OTP yang diterima dan jangan terlena supaya mengimbuhkan kode bersama dengan enteng kepada orang lain. Menambahkan kode OTP kepada pihak ketiga, mirip saja bersama menyerahkan akun kepada orang lain.

Kamu juga kudu memastikan keamanan nomor ponsel yang sering digunakan sebagai medium untuk mengirimkan dan terima kode Otp. Kamu pun disarankan untuk bukan ringan berganti nomor ponsel, mengingat kode verifikasi OTP sering dikirimkan ke nomor ponsel.

Terkecuali perlu mengganti nomor hape, Kamu wajib melaporkan perubahan nomor kepada pihak pengirim Otp, layaknya layanan perbankan, supaya kode OTP bukan kembali dikirimkan ke nomor sebelumnya dan dikirimkan ke nomor baru Kamu.

Kamu juga diimbau untuk mengaktifkan platform keamanan password, bukan cuman terhadap ponsel yang digunakan sebagai medium komunikasi bersama nomor ponsel, juga terhadap pelaksanaan layanan finansial dan layanan lain yang Kamu gunakan.

Kamu juga bisa memberi tambahan keamanan bersama memanfaatkan platform keamanan yang memakai sensor pemindai sidik jari dan paras sebagai lapisan tambahan.